Puisi

Betapa Perkasanya Dikau

Iskandar Pelupessy Jejeran pepohonan hijau melingkari sang bukit Bukti betapa perkasanya dikau Berabad hikayatmu dikenang Seolah ruh kami, dikau simbol denyut nadi kami Andaikan Benteng Hollandia itu tak terseret tsunami Pasir Manuhua ini mungkin enggan berbisik Sayup-sayup syair auwole itu menegurku Tanah ini begitu perkasa, begitu muram untuk kau lupakan Ambon, 2017

Betapa Perkasanya Dikau Read More »

Bintang Hakamaita

Chalvin Papilaya Menyumpahimu sekarang gugurlah Ia mau, anak tidak durhaka di hadapan langit Besok badan dijadikan lendir morea Bagi pemabuk siang hari; mati berlutut Kepada istrinya di kaki tiang rumah Di langit pemarah bertaburan Binimu mengeluh kapan punya buah hati Ingin bersamaan di musim telur di rorok Ia biasa mengampuni semerbak daun mayana Hingga lekaslah

Bintang Hakamaita Read More »

Rumah Tua Lelaki Tua

Juan Yeremia SaQuarella Aku lelaki tua yang bersahabat dengan waktu Tubuhku berbau kehidupan Jiwaku sudah dinanti kekekalan Satu hal yang hatiku rindukan Rumah Sio rumah tua menanti kawan lama Jauh di balik ombak Di balik gunung, di balik awan Tapi masih beratap langit nan purba Diam di antara pulau-pulau Tanimbar Aku lelaki tua yang merindukan

Rumah Tua Lelaki Tua Read More »

Scroll to Top