Senja Banda Naira
Agung Pranyoto ratapku menggelinding di pekarangan Kampung Coenpenikmat lorong jalan yang ternodai kenangannegeri barakat menjelma biru menjadi harusenja datang lagi kicau dan jangkrik mulai menyalakan tandaada si merah melintas dengan senyum manjadipertontonkan kenangan mengingat dalam nalarsenja datang lagi pertolehan kanan terpajang Lewerani dengan bijakbukan sekadar ungkapan indahTuhan di singgasana, santai menganggukkan keinginan pemintamembelalak mata relakan […]


